Pengusung Aplikasi GOWES Kembangkan Peta Digital Lokal Sendiri

Bernama Jimatt Map, klaim saat ini sudah merangkum 90% wilayah Jawa-Bali

Ada hal unik dari layanan bike-sharing lokal GOWES yang gencar diluncurkan beberapa waktu terakhir. Tidak seperti aplikasi berbasis lokasi pada umumnya, GOWES menyematkan peta digital yang dikembangkan secara mandiri. PT Surya Teknologi Perkasa (STP) sebagai perusahaan pengusung mengembangkan peta digital bernama Jimatt Map.

Selain digunakan pada GOWES, Jimatt Map juga digunakan di aplikasi Sobat GPS yang saat ini sudah dapat diunduh di Play Store dan App Store. Perihal pengembangan peta digital ini, DailySocial mewawancara President Director STP Iwan Suryaputra.

“Betul, PT Surya Teknologi Perkasa mengembangkan sendiri pembuatan peta digital 2D dan 3D untuk Indonesia,” ujar Iwan.

Diceritakan bahwa sudah lama pendiri STP berkecimpung dalam pengembang peta digital. Bahkan turut dikatakan sebagian besar tim adalah pakar di bidang pemetaan. Gagasan pembuatan peta digital di STP lahir tiga tahun lalu, kendati awalnya –bahkan sampai saat ini—banyak yang menilai sebagai usaha yang sia-sia, lantaran sudah ada peta digital seperti Google Maps atau sejenisnya.

“Tapi sejak setahun terakhir Google sudah tidak lagi menyediakan API peta mereka secara gratis. Hal ini sejalan dengan prediksi pendiri STP, bahwa suatu hari penggunaan peta digital semakin komersial. Oleh itu STP ingin mengembangkan peta sendiri dan digunakan untuk mendukung berbagai jenis aplikasi maupun aktivitas masyarakat umum di Indonesia,” jelas Iwan.

Telah menyiapkan model bisnis khusus

Saat ini Jimatt Map masih terus dikembangkan. Disampaikan Iwan, peta digital tersebut telah mencakup 90% wilayah Jawa dan Bali, sekitar 40% untuk wilayah Indonesia bagian barat lainnya, dan 20% untuk wilayah Indonesia timur. Diperkirakan pada tahun 2023 mendatang pemetaan di seluruh Indonesia akan rampung. Dalam pengerjaannya, tim juga melakukan survei lapangan untuk mendeteksi sebagai objek dalam peta.

“Pembuatan peta digital dimulai dari lapangan, yaitu dengan survei jalan dan gedung. Dari hasil survei lapangan kemudian dibawa ke pengelolaan dan didatakan secara digital, sehingga data peta dapat dilihat secara visual dan diambil datanya sebagai Point of Interest. Pemetaan juga dilakukan secara detail, misal mendeteksi sebuah jalan itu jalan biasa atau jalan tol, apakah sepeda motor boleh lewat atau tidak, apakah satu arah atau dua arah, dan sebagainya,” jelas Iwan.

Dijelaskan juga Jimatt Map akan memiliki model bisnis khusus untuk peta digital, memanfaatkan lingkup geografi dengan layer POI, navigasi, info lalu lintas, dan info bisnis. Bahkan Iwan menegaskan ke depannya tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan game dan e-commerce berbasis peta.

“Target tahun ini kami berusaha merilis aplikasi peta 3D, bekerja sama dengan perusahaan asing yang sangat kuat di bidang platform peta 3D,” tutup Iwan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *